Thursday, March 15, 2007

Subulussalam: Kota Baru

Pemerintah Diminta Bijak Tetapkan Pj. Walikota Subulussalam
Subulussalam,Aceh Singkil WASPADA Online


Warga berharap Pemerintah yang telah mengesahkan Pemko Subulussalam agar lebih bijak dalam menetapkan Pj. Walikota di sana.

Pantauan Waspada pasca pengesahan Pemko yang telah diperjuangkan sejak 2002 itu, kendati tidak terlihat antusias warga menyambut perubahan status di sana, yang paling santer dibicarakan adalah sosok Pj. Walikota Subulussalam. Sejumlah argumen disampaikan lebih menarik dan menggolkan kandidat yang dikabarkan didukung sejumlah komponen masyarakat, baik melalui spanduk atau cara lain.

Selain ada nama yang masih dirahasiakan punya kans untuk menjadi Pj. Walikota, sosok H. Rusdi Hasan, SH, S.IP, Asisten III Setdakab Aceh Singkil dan H. Asmauddin, SE, Kadis Perhubungan setempat nyaris menjadi buah bibir sejumlah warga terkait. Kedua sosok itu menjadi bandingan, siapa yang dinilai lebih layak dan tepat menjadi Pj. Walikota Subulussalam.

"Syukurlah rentang kendali sudah menjadi dekat," ucap seseorang dingin, mengomentari pengesahan Pemko Subulussalam. Lima kecamatan yakni Simpang Kiri. Penanggalan, Rundeng Longkip dan Sultan Daulat dipastikan menjadi wilayah Pemko.

Warga hanya berharap, perubahan status ini akan memberi peluang bagi pemerintah untuk lebih memberdayakan perekonomian masyarakat setempat yang sekira dua tahun terakhir cukup memprihatinkan.

Sikapi dengan bijaksana

Menyusul dukungan kepada dua kandidat itu, A. Saman Sinaga, SH, Sekcam Penanggalan Aceh Singkil yang dikonfirmasi, Kamis (11/1) di ruang kerjanya mengatakan, siapapun Pj. Walikota yang ditetapkan pemerintah harus diterima dengan lapang dada. "Siapapun pj yang ditetapkan pemerintah itulah yang terbaik," terang Saman yang enggan berkomentar siapa yang lebih layak menjadi pj dari dua nama yang muncul di sana.

Menurut Saman, yang sekira 3,5 tahun menjadi Sekcam Penanggalan, yang terpenting untuk Pj Walikota adalah harus mau dan mampu menampung aspirasi sekaligus menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat wilayah Pemko. "Bahkan harus mampu mendatangkan investor asing," sebut Saman, yang menirukan penyampaian Tim Depdagri RI beberapa tahun lalu ke daerah ini, satu-satunya Pemko di Indonesia hanya Subulussalam yang dikelilingi hutan.

Menurutnya, objek wisata dan industri harus dibangun semaksimal mungkin dalam memajukan Pemko Subulussalam ke depan.

Sementara kepada jajaran elit politik dan segenap unsur di daerah, Saman mengingatkan agar tidak terlalu mempermasalahkan siapa yang menjadi Pj Walikota Subulussalam apalagi ambisi merebut kekuasaan.

"Tak perlu diperdebatkan sosok Pj. Walikota, daerah ini butuh pemimpin yang mampu menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat," urainya menambahkan, kini saatnya dibangun dan dibina persepsi bersama untuk Pemko Subulussalam.

Sementara Mahadi Bancin, Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Aceh Singkil, didampingi sejumlah warga kepada Waspada pekan lalu mengaku risau dengan munculnya ambisi sejumlah kandidat yang ingin menjadi Pj Walikota Subulussalam. "Seperti perebutan kekuasaan saja," kritik dia.

Menurut Mahadi, pemerintah harus lebih bijaksana menyikapi isu tentang penilaian sejumlah warga terkait tentang kelayakan dua sosok yang didukung menjadi Pj Walikota Subulussalam. "Akan lebih baik jika ditunjuk dari Provinsi NAD karena bisa meredam ambisi orang-orang tertentu yang ingin menjadi Pj. Walikota Subulussalam," tegas Mahadi.

 
Minima 4 coloum Blogger Template by Beloon-Online.
Original Minima Template by Douglas Bowman